Tampilkan postingan dengan label Aku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Agustus 2012

Bagian Tergelap



Ada yang tersiram ada yang terhunus kelam. Pada suatu kisah mengenai peraduan seorang insan yang berjalan. Dari ufuk dihadapkan raut wajah yang cerah. Namun dibalik sisinya ada gelap yang menyergap. Kadang kala sinar datang dari atas, buat teras semua. Tapi murka tetaplah saja, karena sisi gelap tetaplah ada.

Kemudian berjalan memunggungi surya. Sisi gelap semakin jelas menghitam. Tepat di hadapan, di depan sosok nestapa seorang pandir hina. Dipujanya sinar terang yang hangat. Tapi ada bagian gelep yang lupa disengat.
Continue Reading...

Sabtu, 07 Juli 2012

Surat Untuk Ayah



Teruntai salam hormat beriring salam kesejahteraan yang Ananda haturkan.
Semoga selalu berada dalam naungan kasih Tuhan yang Mahamelindungi.
Dan Ananda samprkan sepucuk guratan kehidupan yang akan Ananda ceritakan, untuk Ayahandaku.

Sebelum aku banyak berkeluh kesah, sebelum Ayahanda semakin geram dengan lakuku. Ananda ingin menyakan kabar ibunda. Baik-baikah ia di sana? Bagaimana dengan si Bungsu, sudah sejauh mana racauannya? Dan, apakah engkau masih gigih berharap tentang aku ini? Ayahandaku, Ananda baik-baik saja di sini, di negeri perantauan yang kejam ini. Tak perlu Ayahanda pikirkan tentang sisi dunia ini. Ananda hanya minta agar selalu didoakan agar tak tergerus kejamnya hedonis, tak terkoyaknya iman karena fantasi semu, tak terjerembab dalam dunia maksiat.

Sesekali memang Ananda hanyut, namun sekuat daya pula Ananda berusaha bangun sadar. Sesekali Ananda tenggelam, dan sekuat tenanga pula Ananda coba untuk melawan arus hidup. Di perantauan ini Ananda belajar kehidupan, tentang air keruh yang tak jelas manis atau asinnya. Jalanan memang keras, titiannya ternyata bertabur kerikil dan onak yang tersebar dan sengaja disebar. Seperti cepatnya kereta yang mengancam nurani, seperti lambatnya bus kota yang mengancam waktu, sepeti angkuhnya gedung tinggi yang mendenguskan kesombangan dalam jiwa.
Continue Reading...

Senin, 11 Juni 2012

Ini Sepakbola, Bung..!!! (Part II)


Pertandingan dilanjutkan, setelah kemarin comercial break (loh, emang ada??). kembali ke lapangan ,Bung.

Yayank masih membawa bola dari pinggir lapangan, dan dari belakang Pi'i lari menuju gawang bersiap menerima umpan dari Yayank, bola kini dioper ke tengah. Umpan silang telah dilakukan, dan diterima dengan baik oleh Emank dengan dadanya. ia melihat ke arah gawang namun ternyata bola di oper ka Sapi'i yang siap menembak. Sapi'i menembak daaaaannn.

Aaahhhh..ternyata Pi'i terpeleset, kini bola di kuasai tim lawan. Si Kurus melakukan umpan jauh, kini bola di kaki si Kriting yang lincah. Serangan balik terjadi hanya tinggal tersisa gareng di belakang karena Pi'i dan Yayank terlah maju ke depan. Kriting mendekati Gareng, apa yang terjadi, Gareng malah mengindar karena ketakutan. Bodoh sekali. Kini hanya tinggal berhadapan dengan Alpin, bola diarahkan ke pojok kanan atas daaaaannn...goooollll...mereka tertinggal 3-1 kali ini.

"Ahhh..sialan!!  Aturan luh tadi oper ke guah..!!" Kata Emank kesal.

"Sori-sori, guah kepleset..!" Pi'i meminta maaf.  "Eh, Ronaldo gagal..tolol luh..malah kabur..jangan maen luh ahh, ngeribedin doangan luh.!!" Kata Alpin mulai bawel. Gareng hanya tertunduk lesu meratapi kecerdasaanya.

"Ehh..luh maen..!" Kata Pi'i sambil menunjuk ke arah anak kecil yang daritadi hanya diam. Gareng keluar lapangan dengan perasaan lega karena ia berfikir kakinya tak akan memar atau patah. Dan anak kecil itu masih saja diam saat berada di lapangan.

"Luh maen di tengah yak..oper bolanya ke Pedoy ato ke Emank, kalo susah oper kebelakang" Kata Pi'i memberi tahu, dan anak kecil itu hanya menganguk saja tanpa berkata-kata.

Pertandingan dimulai lagi. Bola berada di tengah dan dioper oleh Pedoy ke Emank. Emank mencoba membawa sendirian ke depan. "Wooyy..maennya jangan maruk..!" Kata alpin mulai kumat bawelnya. Maka Emank pun mengoper ke anak kecil yang berlari di belakangnya. kini bola di kuasai oleh Anak Kecil, ia berhasil mengecoh si Kriting. Dan saat berhadapan dengan si Gempal. Ia langsung memberikan umpan terobosan kepada Yayank yang berada di pinggir lapangan. Yayank berlari di sisi lapangan dan si Gempal mengejar. Si Gempal melakukan sleding. Dan kali ini sukses mengenai tulang kering dari Yayank.
Continue Reading...

Rabu, 06 Juni 2012

Idealisme



Aku dewasa bukan karena masalah.
tapi karena aku mau berubah
aku  tak belajar dari orang lain
tapi aku belajar dari pengalaman orang tersebut dan yang kualami

aku sukses bukan karena kemampuan
tapi karena usaha dan ketentuan tuhan
aku meyakini sesuatu bukan dari yang orang katakan
tapi dari apa yang aku rasakan

aku atk melihat hidup dari satu sisi
karena aku yakin kehidupan itu tak datar
aku berjalan bukan dengan kaki
tapi dengan tujuan dan landasan hakiki

aku bukan orang yg mengejar dunìa
karena dengan akhirat diraih duna kan mengikutì
aku hidup bukan karena udar
Aku hidup karena harus ada kusembah
Allah pemilik semesta
Continue Reading...

Selasa, 29 Mei 2012

Bulan kelima: Saat Bulan Purnama Merekah Sempurna



Sembilan belas tahun yang lalu aku tak sempat mengingat segala peristiwa yang terjadi, bukan tak bisa, namun aku belum diizinkan pada waktu itu. Karena aku tak ingat, maka aku takkan memaksa untuk mengingatnya, atau meminum berbagai jenis vitamin perangsang ingatan—untuk meningatnya. Aku hanya ingat saat ini.
Kristal air jatuh hasil dari kondensasi tadi siang, dilepas perlahan ditemaram malam yang tenang. Tak berkilauan karena purnama redup riap terhalang awan yang juga tak kelihatan. Ada sesuatu, ada yag meratap, ada yang menyelinap dari sanubari hati sampai buncah di haribaan. Seorang anak muda lusuh berharap luka terhapuskan oleh hujan.
Continue Reading...

Followers

Follow The Author