Pertandingan dilanjutkan, setelah kemarin comercial break (loh, emang ada??). kembali ke lapangan ,Bung.
Yayank masih membawa bola dari pinggir lapangan, dan dari belakang Pi'i lari menuju gawang bersiap menerima umpan dari Yayank, bola kini dioper ke tengah. Umpan silang telah dilakukan, dan diterima dengan baik oleh Emank dengan dadanya. ia melihat ke arah gawang namun ternyata bola di oper ka Sapi'i yang siap menembak. Sapi'i menembak daaaaannn.
Aaahhhh..ternyata Pi'i terpeleset, kini bola di kuasai tim lawan. Si Kurus melakukan umpan jauh, kini bola di kaki si Kriting yang lincah. Serangan balik terjadi hanya tinggal tersisa gareng di belakang karena Pi'i dan Yayank terlah maju ke depan. Kriting mendekati Gareng, apa yang terjadi, Gareng malah mengindar karena ketakutan. Bodoh sekali. Kini hanya tinggal berhadapan dengan Alpin, bola diarahkan ke pojok kanan atas daaaaannn...goooollll...mereka tertinggal 3-1 kali ini.
"Ahhh..sialan!! Aturan luh tadi oper ke guah..!!" Kata Emank kesal.
"Sori-sori, guah kepleset..!" Pi'i meminta maaf. "Eh, Ronaldo gagal..tolol luh..malah kabur..jangan maen luh ahh, ngeribedin doangan luh.!!" Kata Alpin mulai bawel. Gareng hanya tertunduk lesu meratapi kecerdasaanya.
"Ehh..luh maen..!" Kata Pi'i sambil menunjuk ke arah anak kecil yang daritadi hanya diam. Gareng keluar lapangan dengan perasaan lega karena ia berfikir kakinya tak akan memar atau patah. Dan anak kecil itu masih saja diam saat berada di lapangan.
"Luh maen di tengah yak..oper bolanya ke Pedoy ato ke Emank, kalo susah oper kebelakang" Kata Pi'i memberi tahu, dan anak kecil itu hanya menganguk saja tanpa berkata-kata.
Pertandingan dimulai lagi. Bola berada di tengah dan dioper oleh Pedoy ke Emank. Emank mencoba membawa sendirian ke depan. "Wooyy..maennya jangan maruk..!" Kata alpin mulai kumat bawelnya. Maka Emank pun mengoper ke anak kecil yang berlari di belakangnya. kini bola di kuasai oleh Anak Kecil, ia berhasil mengecoh si Kriting. Dan saat berhadapan dengan si Gempal. Ia langsung memberikan umpan terobosan kepada Yayank yang berada di pinggir lapangan. Yayank berlari di sisi lapangan dan si Gempal mengejar. Si Gempal melakukan sleding. Dan kali ini sukses mengenai tulang kering dari Yayank.
Continue Reading...