Sebuah problema mengalun perlahan dalam desir aliran darah, melepaskan peluh hasil dari ekskresi tapal batas kejumudan. Debu yang menderu tak cukup redakan segala problematika yang semakin panas membakar hari. Sebuah rekayasa pemikiran menjadi acuan dalam bertingkah dan mengatur setiap derap langkah.
Matahari senja bersinar temaram menghela nafas karena lelah membakar manusia dan ambisinya. Angin menampar raga tak lagi mengalun lembut yang buat bergidik bulu roma. Bangau diganti peran oleh gagak-gagak dengan hitam kepak sayap perlahan memantau matanya. Senja tetaplah senja, tapi langit memuram durja berganti warna menjadi jingga. Terselip bibir tipis bergerak dengan harap penuh doa.
